Title : Han Je Yoo is mine!
Author : Clarissa Tisha a.k.a Han Je Yoo
Genre : Fluff, Romance
Rating : PG 13
Main casts :
- Han Je Yoo a.k.a J
- Park Jung Soo a.k.a Leeteuk
- Kwon Ji Yong a.k.a G-Dragon
OC :
- 10 Super Junior members (kalo 15 kebanyakan =.=)
- All Bigbang members
- All Dong Bang Shin Ki members
- Shin Ji Kyu dan Lee Jin Ki
“Lalu Leeteuk oppa akan berkata ‘Han Je Yoo is mine!’”
“’Ne, oppa…’ kataku.”
“’Andwae! Han Je Yoo is mine!’ seru G-Dragon oppa sambil menarik tanganku.”
“Yes, oppa. I’m yours.”
BLETAK!!
Ji Kyu memukul kepala Je Yoo dengan penggaris 1 meter yang merupakan penggaris milik kelas mereka.
“Aawww! Sakit, Ji Kyu-ya!” Je Yoo berseru pada temannya yang bernama Ji Kyu, pipinya digembungkan dan menatap Ji Kyu dengan kesal.
“Kau ini, sudah siang bolong masih saja bermimpi. Bangunlah, J! Ireona!” Ji Kyu mengguncang tubuh Je Yoo yang menelungkupkan kedua tangannya di atas meja.
“Ya! Aku sudah bangun, Ji Kyu-ya!” Je Yoo duduk tegak kali ini, lalu berbalik memandang Ji Kyu. Istirahat siang itu mereka habiskan dengan makan bekal di kelas saja, mereka sedang malas ke luar atau hanya sekedar ke kantin.
“Ji Kyu-ya, apa kau pernah membayangkan, bagaimana rasanya diperebutkan kedua orang itu? Ah… aku pasti bingung memilih yang mana!” Je Yoo menangkupkan kedua telapak tangannya di pipinya sambil menerawang membayangkan hal yang sangat diinginkannya itu.
“Sudahlah, jangan membayangkan yang tidak-tidak! Mereka tak mungkin memperebutkan dirimu. Apalagi mereka bermusuhan, pasti masing-masing punya selera sendiri. Lagipula kau tidak takut apa dengan kedua preman sekolah itu?” Ji Kyu bergidik hanya membayangkannya saja.
“Mereka bukan preman sekolah! Hanya orang-orang yang terlalu senang bermain-main.” Je Yoo tersenyum.
Di Neul Param High School, tempat mereka bersekolah, ada dua kelompok yang berkuasa di sekolah mereka. Dan kedua kelompok itu saling bersaing satu sama lain. Yang satu bernama Super Junior, grup beranggotakan 10 orang yang diketuai oleh Leeteuk, dan yang satu lagi bernama Bigbang, grup yang beranggotakan 5 orang yang diketuai oleh G-Dragon. Dalam hal apapun mereka selalu bersaing. Kedua leader grup masing-masing sangat ditakuti dan disegani oleh seluruh murid dan guru di Neul Param High School.
“Hyung, mereka mengambil alih atap sekolah!” lapor lelaki bernama Seungri pada leader grup mereka, G-Dragon.
“Mwo? Berani-beraninya mereka!” G-Dragon tampak geram.
Atap sekolah, sebelumnya dikuasai oleh kelompok yang juga sangat berkuasa di sekolah, Dong Bang Shin Ki, namun mereka sudah lulus semua. Dulu Super Junior dan Bigbang pun takluk terhadap DBSK, namun sekarang kekuasaan diperebutkan Super Junior dan Bigbang.
“Mereka cepat juga bertindak!” sahut T.O.P. Kebetulan mereka baru kenaikan kelas, dan DBSK baru lulus, ternyata kekuasaan atap sekolah sudah di ambil alih di hari pertama sekolah. Hal ini jelas membuat member Bigbang terutama leader mereka, G-Dragon, kesal.
“Kita harus melakukan sesuatu, G! Kita serang mereka sekarang!” ujar Taeyang.
“Andwae. Jangan serang pakai fisik, jumlah mereka 2 kali lipat dari kita.”
“Tapi kita mungkin lebih kuat dari mereka.” Dae Sung berkomentar.
“Andwae… andwae… jangan gegabah. Kita serang… pakai ini…” G-Dragon menunjuk ke kepalanya, memaksudkan bahwa mereka harus menyerang dengan ‘otak’.
“Kurasa… aku punya sebuah ide.” ujar T.O.P setelah beberapa lama mereka terdiam.
“Dengan bergerak seperti ini, nampaknya Bigbang marah pada kita,” ujar Si Won saat seluruh member Super Junior berkumpul di atap sekolah.
“Itu pasti. Maka dari itu, semua harus berhati-hati. Mereka pasti akan membalas kita.” sahut sang leader, Leeteuk.
“Leeteuk oppa… G-Dragon oppa… Leeteuk oppa… G-Dragon oppa… Leeteuk oppa… G-Dragon oppa… Leeteuk… Ah! Leeteuk oppa!” Je Yoo mengambil bunga matahari kecil dan memetik satu-satu mahkota bunganya. Dan petikan terakhir jatuh pada nama ‘Leeteuk’. *ala AADC lah*
Lalu Je Yoo mengambil bunga yang lain dan melakukan hal yang sama. “Ah… kali ini G-Dragon oppa… Ji Kyu-ya, eotteohke?”
“Huh… seperti mereka mau padamu saja, J!” seru Ji Kyu. “Cobalah dekati salah satu dari mereka, yaaa… itupun kalau kau sudah tidak sayang lagi pada nyawamu…” Ji Kyu menambahkan.
“Kau ini, memangnya kau pikir mereka seseram itu?” tanya Je Yoo, lagi-lagi Je Yoo menggembungkan pipinya, ia memang senang melakukan hal itu.
“Ne. Mereka menyeramkan. Aku lebih baik dengan namja seperti Jin Ki, baik, lembut, pintar, tampan. Ah…” Ji Kyu membayangkan pangerannya yang bernama Lee Jin Ki itu.
“Nah, kau dekati dia dong… Kan katamu Jin Ki tidak menyeramkan, bukankah lebih mudah didekati?”
“Itu dia… temannya yang bernama Ki Bum yang sering bersamanya itu terlihat sangat menyeramkan. Dia selalu memandang sinis terhadapku. Padahal aku tak tahu salahku apa padanya. Kenal saja tidak…” raut muka Ji Kyu terlihat sedikit sedih.
Tiba-tiba Ahn Chil Hyun sonsaengnim memasuki kelas mereka, karena pelajaran Kimia akan segera dimulai. Ji Kyu dan Je Yoo pun kembali ke tempat duduk masing-masing.
A week later.
Turururuut~ *bunyi SMS*
Je Yoo membuka flip ponsel Lollipop-nya, ia tengah berjalan hendak pulang ke rumah.
“Mwo? Membeli jangka? Ji Kyu ada-ada saja ah…”
Je Yoo mendapat SMS dari Ji Kyu untuk membelikannya sebuah jangka untuk pelajaran Matematika besok. Hari itu Ji Kyu memang sedang ada kegiatan ekstrakurikuler sampai sore, dia ikut klub memasak, jadi mungkin tidak sempat membeli jangka untuk besok. Akhirnya Je Yoo berbalik arah.
Toko buku langganan Je Yoo tinggal beberapa meter lagi di depannya, tetapi tiba-tiba seseorang terjatuh di depannya. Sepertinya barusan ada yang menabraknya tidak sengaja membuat namja itu terjatuh. Je Yoo terkejut bukan main begitu melihat namja yang terjatuh itu. Leeteuk, leader Super Junior.
Dengan mengerahkan segala keberaniannya, Je Yoo mengulurkan tangannya. Namja itu mendongak menatapnya curiga. Je Yoo berusaha tersenyum, meyakinkan dirinya bukan orang jahat. Leeteuk pun meraih tangan Je Yoo, dan berdiri.
“Ah! Lututmu berdarah,” ujar Je Yoo.
Saat itu Leeteuk memakai celana jeans selutut, dan hoodie putih juga beanie putih. Jadi cukup terlihat luka akibat membentur trotoar jalan itu.
“Gwaenchasseumnida,” sahut Leeteuk.
“Biar kuobati saja, kebetulan aku membawa…” Je Yoo mengubek isi tasnya, “ini.” Je Yoo mengangkat sebuah kotak P3K sambil tersenyum lebar.
Leeteuk membelalak, seorang gadis membawa kotak P3K kemana-mana? Baru kali ini ia melihatnya.
“Eh… ah… ye.” Je Yoo membantu Leeteuk duduk di kursi semen yang tak jauh dari tempat itu.
Mimpi apa Je Yoo semalam sehingga hari ini ia bisa bertemu, mengobrol, bahkan mengobati luka Leeteuk yang tak seberapa itu?
Je Yoo membuka kotak P3K-nya, pertama-tama dia mengeluarkan sebotol alkohol dan mengambil sejumput (?) kapas. Perlahan Je Yoo mengusap-usapkan kapas yang sudah dibasahi alcohol itu ke luka Leeteuk.
Leeteuk hanya diam memperhatikan yeoja yang sedang mengobatinya itu. Luka seperti ini tak seberapa bagi Leeteuk yang sudah biasa berkelahi, tapi baru kali ini ada seorang yeoja yang sangat perhatian padanya sampai luka kecil ini pun ia ingin mengobatinya.
“Sudah,” ucapan Je Yoo menyadarkan Leeteuk yang pikirannya sempat terbang kemana-mana. Ia menatap lututnya. Kini di lututnya yang terluka tadi, ditempeli plester berwarna pink dengan gambar-gambar hati berwarna merah. Lagi-lagi Leeteuk membelalak. Dirinya, yang terkenal garang seantero sekolah, memakai plester menjijikan macam itu? Apa kata dunia? *hehe*
Leeteuk memandang Je Yoo ragu, mau protes tapi rasanya tidak enak. Padahal dia biasa juga bicara ceplas-ceplos, ia heran sendiri mengapa kali ini jadi sulit sekali bicara?
“Jwisonghamnida sunbaenim, hanya ada plester itu saja, hehe…” Je Yoo tersenyum lebar.
Entah mengapa Leeteuk merasa silau saat melihat senyuman itu, mungkin karena Je Yoo duduk membelakangi matahari yang sedang bersinar terik sekali, jadi ia silau saat melihat Je Yoo. Tapi anehnya, sejak kapan silau matahari itu bisa membuat dadanya berdebar-debar dan membuat lidahnya kelu, ditambah ternggorokannya tercekat tak mampu mengeluarkan sepatah katapun?
“Ah… ye…”
Je Yoo sudah cemas, takut Leeteuk marah besar karena hal itu. Tapi nyatanya Leeteuk malah menerimanya begitu saja, itu membuatnya senang dan tak bisa berhenti tersenyum.
“Kau… murid Neul Param High School kan?” tanya Leeteuk tiba-tiba. Ia memang mengetahuinya dari seragam yang dipakai Je Yoo, blazer biru tua dan rok berwarna abu-abu. Seragam yang sama dengannya.
“Ne, sunbaenim juga kan?” meskipun tidak memakai seragam, Je Yoo jelas tahu siapa namja di depannya, idolanya di sekolah.
“Hm,” jawabnya singkat. “Kau tahu aku?” tanya Leeteuk.
Je Yoo mengangguk, “Siapa yang tidak tahu dengan Leeteuk sunbaenim?” Je Yoo tersenyum.
“Kau… tidak takut denganku?” Leeteuk sebenarnya cukup senang ada orang yang menanggapi dirinya dengan tangan terbuka seperti ini, biasanya setiap orang yang ditemuinya selalu malas berurusan dengannya.
“Animnida. Sunbaenim tidak akan melakukan apa-apa padaku, kan?” mata Je Yoo membulat, membuat Leeteuk tak mampu menahan senyumnya.
“Ani.” Ujar Leeteuk lembut.
Je Yoo tiba-tiba menunduk, ia merasa gugup sekarang. Benar-benar tak bisa dipercaya, dia bisa mengobrol dengan seorang Leeteuk?? Betapa beruntungnya dia hari ini.
“Kau ada waktu sekarang?” tanya Leeteuk.
“Ye?”
“Kalau… kalau kau ada waktu… maukah kau… denganku… ke… kafe itu?” tanya Leeteuk. Hanya pertanyaan sesimpel ini, entah mengapa sulit sekali ditanyakan.
Je Yoo memandang Leeteuk tak mengerti. “Ah, kalau tidak bisa juga tak apa, gwaenchana…” ujar Leeteuk tiba-tiba.
“Animnida. Aku ada waktu kok,” Je Yoo tersenyum.
“Jeongmal?” Leeteuk tersenyum senang.
Di kafe yang tak begitu jauh dari tempat tersebut, mereka memesan menu kesukaan masing-masing. Je Yoo memesan eskrim caramel, sedangkan Leeteuk memesan French Coffee. Mereka mengobrol dengan santai di sana.
Je Yoo benar-benar tak menyangka semua berjalan seperti ini.
“Kau kelas berapa?” tanya Leeteuk.
“2 IPA 3,” jawab Je Yoo. Ia merasa tak perlu menanyakan kelas Leeteuk karena ia sudah tahu banyak hal tentang Leeteuk.
Leeteuk melihat jam tangan putihnya, “ah, aku harus pergi sekarang, mianhae.” Leeteuk bangkit dari kursinya.
“Ne, gwaenchanayo, sunbaenim. Gomapseumnida, untuk eskrimnya,” Je Yoo tersenyum. Leeteuk memang mengatakan akan mentraktir Je Yoo.
“Err… jangan panggil ‘sunbaenim’…” pinta Leeteuk.
“Oh… sunbae?” tanya Je Yoo.
“Err…” Leeteuk masih ragu.
“Oppa?”
Leeteuk berusaha menyembunyikan rasa senangnya, tapi akhirnya ia tersenyum juga. “Boleh,”
“Oh ya, ponselmu,” Leeteuk mengadahkan tangannya di depan Je Yoo.
Je Yoo terkejut, aku dipalak? Omo~ eotteohkaji? Pikiran-pikiran negatif berkelebat di otaknya.
“Ayo berikan,” Leeteuk nampaknya sudah tidak sabar.
Je Yoo tak menyangka, kebersamaannya yang indah dengan seorang Leeteuk harus dibayar dengan sebuah ponsel. Takut-takut, Je Yoo menyerahkannya.
Leeteuk membuka flip ponsel Je Yoo, mengetikkan sesuatu di sana. Lalu mengembalikannya pada Je Yoo. Je Yoo heran tapi akhirnya ia membawanya.
“Aku pergi dulu, kalau ada apa-apa telepon saja. Speed dial nomor 1, jam berapapun aku akan mengangkatnya,” Leeteuk tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya.
“Jalga,”
Leeteuk lalu pergi begitu saja, meninggalkan Je Yoo yang terdiam mematung sambil memegang ponselnya di dadanya. “Apa yang terjadi?” tanyanya dengan pandangan kosong menerawang.
Je Yoo lalu memeriksa ponselnya, benar saja, orang itu tanpa permisi membuat nomor dirinya jadi speed dial nomor 1 di ponsel Je Yoo. Tapi Je Yoo hanya tersenyum, “dasar, maunya jadi special saja,” gumam Je Yoo sambil tersenyum.
Besoknya…
“Sebenarnya apa yang kau lihat, Han Je Yoo?” Ji Kyu heran melihat kelakuan temannya, pagi-pagi sudah menatap layar ponsel dengan senyum-senyum sendiri. Sungguh suatu tingkah penuh ketidakjelasan. (?)
“Speed dial nomor 1,” Je Yoo memamerkan ponselnya pada Ji Kyu, “Leeteuk,” Je Yoo tersenyum.
“Jadi sekarang sudah menentukan pilihan?” tanya Ji Kyu.
“Ada Han Je Yoo?” panggilan yang cukup keras di pintu kelasnya mengagetkan kedua yeoja yang sedang mengobrol itu.
“Omo~ Leeteuk, J! J, ada dia!” Ji Kyu mengguncang tubuh Je Yoo sambil berseru dalam suara kecil.
“Ne, oppa!”
“Mwo? Kau…” omongan Ji Kyu terhenti karena Je Yoo memberi isyarat padanya untuk diam, sementara Je Yoo keluar kelas.
“Annyeong,” sapa Leeteuk.
“A-annyeong… oppa,” Je Yoo tersenyum. “Oppa…”
“Ne, waeyo?”
“Bolehkah… bolehkah aku memanggilmu ‘Jung Soo oppa’?” tanya Je Yoo, ia sedikit takut Leeteuk tak mau dipanggil dengan nama aslinya.
“Oh… tentu.” Leeteuk tersenyum.
“Gomawo,” Je Yoo tersenyum.
“Err… Han Je Yoo, maukah kau jadi pacarku?” tanya Leeteuk.
“Ehh??” Pertanyaan itu jelas membuat Je Yoo kaget setengah mati.
Leeteuk menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Pertanyaanku sudah jelas. Aku menyukaimu dan ingin kau jadi pacarku. Kau tak perlu takut, aku akan melindungimu dengan segenap nyawaku. Sudah ya, kutunggu jawabannya pulang sekolah, okay?” Leeteuk sepertinya buru-buru, entah masih banyak urusan atau terlalu gugup di depan Je Yoo.
Chu~
Tiba-tiba Leeteuk mendaratkan bibirnya di pipi Je Yoo. Je Yoo memegang pipi kiri yang barusan dikecup Leeteuk.
“Pulang sekolah ya!” seru Leeteuk sambil berlari menjauh.
Je Yoo bersandar ke dinding sambil memegang pipinya, matanya menerawang masih membayangkan kejadian tadi.
“Han Je Yoo! Ayo masuk ke kelas!” seru Ahn Chil Hyun sonsaengnim.
Tapi Je Yoo masih tersenyum sambil memegang pipinya.
“Han Je Yoo!”
“Ne… sonsaengnim?” matanya masih memandang kosong dan menerawang.
“Masuk kelas!” kali ini Ahn sonsaeng bicara dengan nada lebih tinggi.
“Ne… sonsaengnim, eotteohkaji?” Je Yoo nampaknya belum sadar dari mimpinya. Ia benar-benar bingung harus menjawab apa atas pertanyaan Leeteuk tadi.
“Eotteohkaji??? Sekarang kau masuk kelas dan duduk di bangkumu!!”
“Eh? Ye sonsaengnim!!” Je Yoo berdiri tegak dan menghormat pada Ahn sonsaengnim. Tak lupa tersenyum lebar agar sonsaengnim bisa memakluminya. Ya, begitulah remaja sedang jatuh cinta.
Jam istirahat, terpaksa Je Yoo menemani Ji Kyu yang tiba-tiba ingin menguntit Lee Jin Ki. Katanya Jin Ki sering berada di perpustakaan saat jam istirahat. Maka akhirnya kedua bersahabat itupun langsung ke perpustakaan mencari sosok Jin Ki.
Karena bosan menunggu Ji Kyu yang ternyata dari tadi hanya berani menatap Jin Ki dari jauh, akhirnya Je Yoo pun memutuskan jalan-jalan mencari buku yang menarik baginya.
Saat menemukan sebuah buku, ternyata buku itu ada di rak teratas, Je Yoo berusaha mengambilnya dengan berjinjit, tapi buku itu tak juga tergapai olehnya.
Tiba-tiba sebuah tangan terulur mangambil buku itu. Entah mengapa orang yang mengambilkan buku dan berdiri di belakangnya, tampak lama sekali mengambil buku itu.
Hembusan nafasnya bisa Je Yoo rasakan di dahinya. Orang itu seolah mengunci dirinya, berdiri dekat sekali dengannya, dengan satu tangan di sampingnya dan satu lagi mengambil buku. Je Yoo tak bisa kemana-mana, bahkan maju ke depanpun tak bisa karena langkahnya sudah terhenti oleh rak buku.
“Kau suka Kimia ya?” tanya orang itu.
Je Yoo berbalik, terkejut sekali ia menemukan seorang G-Dragon di depannya, tersenyum padanya sambil memberikan buku yang mau ia bawa tadi.
Je Yoo hanya mengangguk menanggapi pertanyaan G-Dragon. Je Yoo bermaksud pergi dari situasi yang membuat jantungnya berdegup kencang itu, tapi tangan G-Dragon menahannya.
“Ah, jamkkanman, Je Yoo-ssi.”
“Eh? Sunbaenim… tahu namaku?” tanya Je Yoo saat berbalik.
“Tentu aku tahu, barusan aku membaca dari name tag mu.” Ujarnya sambil tersenyum.
“Ah. Geuraeyo. Eh, waeyo, sunbaenim?” tanya Je Yoo. Kini G-Dragon melepas pegangan tangannya.
“Panggil Ji Yong saja, tak usah terlalu formal. Oh ya, ayo temani aku,” Kini Ji Yong menarik tangan Je Yoo lagi, membawanya keluar perpustakaan.
“Eh? Kemana?” Je Yoo kaget. Benar-benar deh, dua hari ini semua kejadian dalam hidupnya membuat ‘sport jantung’. Kemarin bertemu dan mengobrol dengan Jung Soo oppa, hari ini diminta jadi pacarnya, sekaligus bertemu dengan Ji Yong oppa. Je Yoo seperti mendapat durian runtuh.
Ji Kyu tak sengaja melihat Je Yoo yang ditarik oleh Ji Yong. “J!!” panggilnya cemas. Ia tahu Je Yoo sedang dekat dengan Leeteuk, kalau sampai ia dibawa oleh G-Dragon, ini artinya pasti ada apa-apa. Tapi Je Yoo malah memberinya isyarat untuk tidak perlu mengikutinya.
“Kau… mau menculikku ya?” tanya Je Yoo begitu sampai di parkiran sekolah.
Ji Yong memberikan sebuah helm padanya. “Kita akan main,” ujarnya sambil tersenyum lalu memakai helmnya sendiri.
“Main? Jam kelima mau mulai—”
“Sudahlah, sekali-kali bolos tak apa kan? Kau belum pernah kan?” Ji Yong tersenyum lalu naik ke motor besarnya.
“Ah, ponselmu,” pinta Ji Yong.
Kenapa semua harus berhubungan dengan ponsel? Pikir Je Yoo. Tapi Ji Yong malah mematikan ponsel Je Yoo dan memasukannya ke dalam saku jaketnya. “Nanti kukembalikan,” Je Yoo hanya memandangnya dengan heran lalu naik ke motor Ji Yong.
“Kaja!”
Dengan mudah Ji Yong kabur dari sekolah, satpam sekolah nampaknya sudah takluk olehnya. Je Yoo hanya tersenyum saja.
“Kenapa kau mengajakku?” tanya Je Yoo.
“Karena kupikir kau orang yang sangat menyenangkan.”
Ji Yong melajukan motornya dengan kecepatan yang tinggi membuat Je Yoo mau tak mau memeluknya dari belakang karena takut terjatuh. Ji Yong sendiri hanya tersenyum sambil mengemudikannya. Tak lama kemudian mereka sampai di sebuah tempat.
“Waaa… Lotte World!” seru Je Yoo antusias begitu sampai, sudah lama ia tak mengunjungi taman bermain, jadi ia sangat senang JI Yong mengajaknya ke sana.
Mereka menikmati wahana-wahana permainan di sana. Keduanya benar-benar menikmati hari itu. Tak Ji Yong sangka ternyata Je Yoo anak yang menyenangkan.
“Kita photobox yuk,” ajak Ji Yong tiba-tiba saat mereka melewati tempat photobox.
“Ah, boleh.”
Awalnya mereka berpose biasa saja, tapi tiba-tiba Ji Yong mencium pipi Je Yoo tepat saat foto di ambil. “Ehh??” Je Yoo kaget dengan perlakuan Ji Yong.
“Mianhae…” Ji Yong hanya tersenyum, membuat Je Yoo tak bisa berkata apapun selain menunduk karena malu.
Setelah photobox, Je Yoo mengajak Ji Yong membeli es krim. Mereka pun membeli es krim dengan rasa yang berbeda, agar nanti bisa saling mencoba.
“Mau?” tawar Je Yoo.
Ji Yong hendak mencoba es krim Je Yoo, tapi Je Yoo malah sengaja mengarahkan es krimnya ke mulut Ji Yong, alhasil hidung Ji Yong terkena es krim dan Je Yoo langsung tertawa terbahak-bahak.
“Ahh… jinjja! Kau berani padaku, hah?” Ji Yong hendak membalas Je Yoo tapi Je Yoo sudah berlari menjauh darinya.
Ji Yong hanya berdiri di tempatnya, terpaku melihat Je Yoo. Yeoja ini berani sekali denganku, pikirnya. Ji Yong pun tersenyum sambil menatap Je Yoo yang berada beberapa meter di depannya menjulurkan lidah padanya.
@ Neul Param High School
Begitu bel pulang sekolah berbunyi, Leeteuk langsung keluar dari kelasnya, menuju kelas Je Yoo. Tapi ternyata kelas Je Yoo belum keluar, ia memutuskan menunggunya sambil bersandar ke dinding. Beberapa kali ia bersiul saking senangnya menghadapi hari ini.
“Hyung, kenapa kau di sini?” Eunhyuk, anak buahnya yang murid kelas 2 IPA 4, sebelah kelas Je Yoo, heran mengapa leader-nya ada di sana.
“Eh, Hyuk. Aku menunggu Je Yoo, kau mengenalnya?” tanya Leeteuk.
“Je Yoo? Ye, aku tahu. Dulu sempat sekelas waktu kelas 1. Waeyo? Tadi dia—”
“Ah, sudah keluar,” Leeteuk tak mempedulikan kata-kata Eunhyuk. Ia malah mencari-cari Je Yoo di kelasnya.
“Han Je Yoo ada??” teriaknya.
Kelas itupun sepi seketika, semua takut pada Leeteuk. Ji Kyu kaget setengah mati. Masalahnya tadi Je Yoo dibawa oleh G-Dragon, pasti akan terjadi perang.
“Ah, sunbaenim…” Ji Kyu mendekati Leeteuk.
“Waeyo? Je Yoo mana? Kok tidak terlihat?” Ji Kyu berjalan keluar kelasnya.
“Tadi dia diculik oleh G-Dragon sunbaenim—”
“Mwo? Diculik GD?!” Leeteuk terdengar sangat marah.
“Tadi Je Yoo menyuruhku untuk diam, tapi aku cemas, saat mau mengejarnya aku malah ditahan oleh 4 member Bigbang lainnya,”
“Brengsek! Bigbang sialan! Dia sudah tahu mengenai Je Yoo. GD pasti mengancamnya sehingga Je Yoo tak berdaya,” Leeteuk segera mengambil ponselnya dan meminta nomor Je Yoo pada Ji Kyu.
“Aku sudah coba menghubunginya dari tadi, tapi tidak aktif,” ujar Ji Kyu penuh kecemasan.
“Hyung, tadi juga aku melihat Je Yoo dengan GD, kukira mereka memang pacaran. Tapi sepertinya tadi memang Je Yoo sedikit dipaksa oleh GD, tangannya ditarik.”
“Sialan!” Leeteuk mengepalkan tangannya, ia hampir saja menghancurkan ponsel yang dipegangnya itu. “Panggil anak-anak,” perintah Leeteuk pada Eunhyuk. Eunhyuk pun langsung menghubungi member Super Junior lainnya.
“Hyung, waeyo?” tanya Dong Hae yang tiba-tiba datang.
“Ah! Ada Dae Sung!” seru Eunhyuk. “Hae, kau hubungi yang lainnya!” Eunhyuk menyuruh Dong Hae.
Leeteuk langsung mendekati Dae Sung.
“Ya! Kemana bosmu?” tanya Leeteuk penuh amarah.
“Eh?” Dae Sung nampaknya tidak mengerti.
Leeteuk dan Eunhyuk terus berjalan mendekati Dae Sung sampai akhirnya Dae Sung tak bisa berjalan kemana-mana karena terhalang dinding dan Leeteuk serta Eunhyuk. Leeteuk menarik kerah kemeja Dae Sung.
“Katakan padaku, dimana Han Je Yoo?? Katakan kemana bosmu membawanya, katakan!!” teriak Leeteuk pada Dae Sung.
“Na… mollasseo…” ujar Dae Sung.
“Geojitmal! Ayo katakan!!” nada suara Leeteuk semakin meninggi. Lalu beberapa orang datang dan berdiri di belakangnya, beberapa member Super Junior mulai berdatangan.
“Aku benar-benar tidak tahu!” seru Dae Sung.
“G-Dragon membawa ‘pacarmu’, ke Lotte World.” Suara berat itu mengalihkan konsentrasi semua member Super Junior yang sedang memaksa Dae Sung. Leeteuk menoleh ke samping. Ada T.O.P, member Bigbang di sana.
“Mwo? Lotte World?”
“Ne, tapi aku tak tahu apa yang akan dilakukan GD pada ‘pacarmu’ itu.” T.O.P menekankan pada kata ‘pacarmu’.
“Kalian… sudah mengetahui semuanya?” tanya Leeteuk pelan hampir berbisik, namun kata-katanya sarat amarah.
“Hahaha… kami bukan hanya mengetahui semuanya, tapi kami… yang merencanakan semuanya,” T.O.P tersenyum sinis pada Leeteuk.
“Mwo? Jadi… Je Yoo… bagian dari rencana kalian?”
“Tidak, kami hanya tak sengaja memilihnya, dia sama sekali tidak tahu rencana kami, tapi bagusnya… dia melancarkan… secara tidak langsung,”
*~~FLASHBACK~~*
“Andwae… andwae… jangan gegabah. Kita serang… pakai ini…” G-Dragon menunjuk ke kepalanya, memaksudkan bahwa mereka harus menyerang dengan ‘otak’.
“Kurasa… aku punya sebuah ide.” ujar T.O.P setelah beberapa lama mereka terdiam.
“Apa itu?”
“Kelemahan orang-orang seperti kita dan mereka itu hanyalah… CINTA!”
“Jadi?” Dae Sung tak mengerti maksud T.O.P.
“Kita buat Leeteuk mencintai seseorang, lalu… hancurkan. Aku yakin dia akan melakukan apapun demi orang yang dicintainya.”
“Lalu kita harus menyewa orang untuk membuat Leeteuk jatuh cinta?” tanya GD.
“Memang cara yang mudah, tapi hal ini sedikit sulit dan beresiko,” sahut T.O.P.
Seminggu kemudian.
“Aku sudah menemukan orangnya, aku tak yakin dia cocok atau tidak, tapi nampaknya dia cocok.” Lapor T.O.P.
Sudah seminggu ini ia mencari tahu tipe perempuan kesukaan Leeteuk dan mencarinya di seantero sekolah. Tapi akhirnya ia memutuskan ‘mengambil’ Han Je Yoo menjadi tumbal mereka. Orangnya baik dan diharapkan bisa meluluhkan hati Leeteuk.
Semua cara diatur sedemikian rupa, serapi mungkin. Sampai bahkan pertemuan tak disengaja hari itupun merupakan suatu kesengajaan yang di atur member Bigbang.
Dengan semua koneksi yang dimiliki para member sampai akhirnya membuat Ji Kyu mengirim pesan pada Je Yoo untuk membelikannya jangka. Kebetulan mereka telah menyelidiki Je Yoo senang belanja alat tulis di toko mana, dan mereka pun sengaja membuat Leeteuk lewat ke jalan itu. Dan yang membuat Leeteuk terjatuh pun adalah orang suruhan Bigbang. Dan ternyata… tada! Je Yoo melancarkan misi mereka tanpa mereka kira. Semua berjalan sangat jauh, melebihi yang mereka harapkan.
Bahkan mereka tak menyangka Leeteuk langsung meminta Je Yoo jadi pacarnya esok harinya.
*~~FLASHBACK END~~*
“MWO?! Semua sudah kalian atur?!” tangan Leeteuk mengepal, amarahnya tak bisa ia bendung lagi.
“Aku hanya mengatur awalnya saja… pada akhirnya kalian sendiri yang mengaturnya, bukan? Justru aku yang telah mempertemukan kalian, kan? Berterimakasihlah padaku,”
“Cih! Aku tak sudi.”
“Kalau kau masih peduli pada Je Yoo-mu itu, sebaiknya kau temui dia. Aku tak tahu apa yang akan dilakukan GD di sana.” T.O.P berbalik pergi meninggalkan Leeteuk.
@ Lotte World
“Omo~ sunbae… aku harus kembali ke sekolah!” seru Je Yoo begitu menyadari sekarang sudah jam pulang sekolah, ia ada janji dengan Jung Soo oppa.
“Nanti sajalah, kusuruh anak buahku membawakan buku dan tasmu,”
“Bukan begitu, ponselku… kupinjam ponselku.”
“Sirheo.” sahut Ji Yong sambil berjalan mendahului Je Yoo.
“Sunbae, jebal.” Je Yoo menarik-narik jaket Ji Yong.
“Kubilang tidak. Kau mau menghubungi Leeteuk kan?” Ji Yong menatap lurus langsung ke mata Je Yoo.
“Eh? Sunbae… tahu?”
“Kau tahu apa? Aku sedang menculikmu, merebutmu dari Leeteuk.”
“Mwo?” Je Yoo semakin tak mengerti dengan yang terjadi.
“Tadinya aku malah ingin memperalat dirimu, tapi… beberapa jam saja bersamamu, aku… jadi tak bisa berbuat jahat padamu, mungkin aku menyukaimu. Yang pasti aku ingin merebutmu dari Leeteuk.”
“Apakah ini juga karena persaingan?” tanya Je Yoo. Kali ini lebih serius. Ia tak mau semua berakhir seperti ini, keduanya mempermainkan perasaannya.
“Awalnya seperti itu… tapi—”
“HAN JE YOO!!” teriakan seseorang mengejutkan Je Yoo dan Ji Yong.
“Jung Soo oppa??”
“Aiiisshh… dia datang…” Ji Yong mengumpat.
Di belakang Jung Soo ada 9 orang lainnya yang siap menghadapi Ji Yong, tapi tiba-tiba 4 member Bigbang pun datang.
Jung Soo menarik tangan Je Yoo dan mendekapnya.
“Gajimara, J… gajima…” lirihnya.
“Oppa…”
“Ya!! Kwon Ji Yong! Han Je Yoo is mine!”
“Mwo?? Haha…” Ji Yong tertawa sumbang, “kau tidak tahu betapa dia nyaman jalan bersamaku tadi. Jadi…” Ji Yong menarik tangan Je Yoo ke arahnya, “Han Je Yoo is mine.” Ji Yong merangkul Je Yoo.
“Ya!! Kau berani denganku, hah?” tantang Jung Soo.
“Kenapa aku harus takut padamu?”
Jung Soo menarik Je Yoo ke arahnya. Tapi Ji Yong pun menarik tangan Je Yoo. Keduanya menarik tangan Je Yoo, Jung Soo menarik tangan kirinya, Ji Yong menarik tangan kanannya.
“Yaa!! Apeuda!!” teriak Je Yoo. Tapi teriakannya tak dipedulikan kedua kubu itu.
“Yaa!! GEUMANHAE!!!” teriakan seseorang yang begitu keras menghentikan aksi kedua orang yang saling tarik-menarik itu. Ji Yong dan Jung Soo menoleh ke sumber suara.
Lima orang berdiri di antara kubu Super Junior dan kubu Bigbang.
“Hyungnim!” ujar keduanya.
Lima orang itu ternyata…. Dong Bang Shin Ki. Salah satu namja, tepatnya yang di tengah, diperkirakan leader mereka, berjalan mendekati ketiga orang itu. Tampang sang leader yang barusan berteriak itu tampak sangat marah, Je Yoo kaget dibuatnya sampai ia melongo saat melihat Jung Yun Ho, sang leader.
“Han Je Yoo itu tunanganku, berani-beraninya kalian mendekati tunanganku.” Ujar Yun Ho, yang lebih dikenal dengan U-Know.
“Ehhh??” Semua yang ada di sana kaget mendengarnya. Semua member Bigbang, member Super Junior, bahkan keempat member DBSK, dan juga Shin Ji Kyu yang ikut ke tempat itu bersama rombongan Super Junior.
“Jung Soo-ssi…” Yun Ho melepas pegangan tangan Jung Soo di tangan Je Yoo, “Ji Yong-ssi…” kali ini melepaskan tangan Ji Yong.
“Je Yoo milikku.” Yun Ho bergantian menatap Jung Soo dan Ji Yong.
“Oppa…” panggil Je Yoo sambil memelas, ia menggembungkan pipinya lagi. Kedua telunjuk Yun Ho menekan pipi kiri dan kanan Je Yoo, mengempeskan pipi gembung Je Yoo.
“Jangan seperti ini, Han Je Yoo. Kau pikir aku memaafkanmu?” tanya Yun Ho galak.
Je Yoo memeluk Yun Ho. “Mianhae… kau tahu aku selalu mencintaimu…” ucapnya dengan nada manja.
Hancur sudah hati kedua pria itu, Jung Soo dan Ji Yong.
“Tsk… Arasseo, sudah lepaskan.”
Semua orang tengah memandang sepasang kekasih itu. Memandang tak mengerti meminta penjelasan semuanya.
“Baiklah aku akan menjelaskan, aku dan Je Yoo sudah dijodohkan orang tua kami sejak kecil. Tapi kebetulan kami menerimanya dengan senang hati. Dan aku memang tak pernah mengatakan pada siapapun bahwa aku dan dia bertunangan. Aku takut dia nanti diincar, ya… seperti inilah. Maka dari itu bahkan member DBSK pun tak ada yang tahu.” Yun Ho membelai rambut Je Yoo yang masih memeluk dirinya.
“Oppa, kau tidak marah?” tanya Je Yoo begitu ia melepaskan pelukannya.
Yun Ho dengan cepat mencium bibir Je Yoo. “Menurutmu?”
Je Yoo tersenyum senang. Sedangkan Ji Yong dan Jung Soo masih meratapi nasib, tak percaya dengan apa yang terjadi pada mereka, tapi mereka mana bisa mengalahkan DBSK. Akhirnya dengan sangat terpaksa mereka harus merelakan gadis pujaannya jatuh ke tangan sang leader DBSK.
Lalu Yun Ho berjalan mendekati kamera sehingga wajahnya tertangkap close-up oleh bayangan para pembaca. “So, readers… Han Je Yoo is mine,” Yun Ho tersenyum pada readers. XDD
===THE END===
A/N: Sungguh paragraph ending paling geje yang saya buat XDD tapi sekaligus yang saya sukain… XDD





